Pasar Indonesia didominasi usaha kerajinan buatan UMKM. Adakah marketplace produk kerajinan yang populer di Indonesia? Sulit menjawabnya. Marketplace yang populer masih tetap marketplace segala produk semacam Tokopedia dan Shopee. Memang pernah ada beberapa marketplace kerajinan yang lumayan populer, semisal Qlapa, tapi akhirnya terpaksa tutup buku.
Selain marketplace yang dikelola swasta, pemerintah pusat dan daerah juga lumayan banyak menghadirkan marketplace untuk mempromosikan produk kerajinan lokal maupun produk pada umumnya. Beberapa marketplace pelat merah, atau yang bekerjasama dengan swasta, yang masih hadir antara lain Pasar Klaster UMKM (kerjasama PT Dunia Bayar Indonesia dengan Pemprov Jawa Tengah) dan Mosadean (milik Pemerintah Kota Mojokerto). Seberapa populer marketplace lokal ini? Wallahu a’lam.
Kalau menengok marketplace kerajinan di luar sana, nama yang populer dan sudah eksis sejak lama, plus makin mengglobal, nama yang pasti muncul adalah Etsy. Kalau Anda sekarang datang ke websitenya, Anda pun akan disambut dengan halaman berjudul Etsy Indonesia, meski masih tampil dengan bahasa Inggris (versi bahasa Indonesia belum ada). Kalau mau search keyword “Indonesia”, ribuan produk buatan Indonesia atau berasal dari Indonesia, pun banyak bermunculan. Begitulah. Memang banyak orang Indonesia yang berjualan di Etsy. Kisah sukses berjualan di Etsy juga mudah ditemukan di Youtube dan Instagram.
Apa yang membuat Etsy bisa berjaya, sementara marketplace serupa di Indonesia mati atau mati suri?
Strategi Sukses Etsy Menjadi Marketplace Kerajinan
Etsy biasa menyebut diri sebagai tempat belanja produk “handmade, vintage, custom, and unique gifts“. Soal mengapa Etsy sukses, strategi yang berikut ini merupakan strategi yang kerap disebut dalam banyak tulisan dan video tentang Etsy. Kalau mau, strategi yang sama bisa diterapkan kalau mau membangun marketplace lokal baru ala Etsy.
1. Fokus pada Niche Produk Unik dan Handmade
Etsy membangun keunggulan kompetitif dengan memfokuskan diri pada produk kerajinan tangan, barang vintage, dan karya seni yang pada umumnya tidak bisa ditemukan di marketplace umum (walau seller asal Indonesia banyak juga yang menjual kopi atau bumbu masak sachetan buata pabrik). Fokus semacam ini membentuk komunitas pembeli dan penjual yang loyal serta mendorong hubungan emosional yang kuat antara keduanya.
2. Mengutamakan Kepercayaan dan Komunitas
Etsy menumbuhkan rasa percaya melalui transparansi produk, profil penjual yang informatif, dan sistem ulasan yang ketat. Komunitas penjual yang saling mendukung lewat forum dan bahan edukasi lain juga memperkuat ekosistem yang sehat dan aktif.
3. Pemanfaatan Teknologi Canggih dan AI
Melalui penggunaan AI untuk personalisasi pencarian dan rekomendasi produk, Etsy menyediakan pengalaman berbelanja yang lebih relevan dan menyenangkan. Teknologi ini juga membantu penjual dalam mengoptimalkan listing produk mereka.
4. Model Pendapatan Terdiversifikasi
Etsy memperoleh pendapatan dari berbagai sumber, termasuk biaya listing, transaksi, iklan, layanan tambahan, serta sarana pendukung lain bagi. Diversifikasi ini membantu menjaga kestabilan finansial platform.
5. Dukungan Penjual yang Kuat
Dengan menyediakan berbagai tools pemasaran, edukasi, dan layanan tambahan semisal pembuatan website kustom, Etsy memberdayakan penjual untuk berkembang dan meningkatkan kualitas produk serta penjualan mereka.
6. Adaptasi Cepat terhadap Tren Pasar
Etsy responsif terhadap kebutuhan pasar, misalnya saat permintaan masker wajah melonjak selama pandemi. Fleksibilitas ini menjaga relevansi dan pertumbuhan marketplace.
Mengintip Pendapatan Etsy
Kinerja bisnis Etsy menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang stabil, meskipun volume penjualan (Gross Merchandise Sales/GMS) mengalami sedikit penurunan setelah menikmati lonjakan saat pandemi Covid-19. Pada 2024, Etsy mencatat total pendapatan sebesar $2,808 miliar, dengan peningkatan 2,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan ini terbagi menjadi sekitar $2,02 miliar dari marketplace dan $788 juta dari layanan tambahan seperti iklan dan pembayaran.
Pada kuartal pertama 2025, pendapatan Etsy mencapai $651 juta, meningkat meskipun terjadi penurunan volume penjualan. Hal ini menunjukkan Etsy berhasil meningkatkan pendapatan per transaksi berkat kenaikan biaya dan pengembangan iklan berbayar yang efektif.
Fakta penting lain:
- Jumlah pembeli aktif sekitar 88,5 juta di Q1 2025.
- Penjual aktif sekitar 5,4 juta.
- Pendapatan Etsy terus meningkat meski Gross Merchandise Sales diperkirakan menurun menjadi sekitar $11,2 miliar di tahun 2025 dari $12,5 miliar tahun 2024.
Mau Jualan di Etsy
Ingin ikut berjualan di Etsy? Monggo. Tapi perlu diingat, tak seperti berjualan di marketplace lokal semacam Tokopedia yang bisa dimulai secara gratis, Etsy sejak awal mengenakan biaya untuk me-listing setiap produk yang dijual.
Berikut rincian biaya yang dikenakan kepada seller saat berjualan di Etsy:
- Biaya Listing
Biaya sebesar $0,20 dikenakan setiap kali seller atau penjual mengunggah produk di Etsy. Listing ini berlaku selama 4 bulan, baik produk tersebut terjual atau pun tidak. Biaya yang sama akan dikenakan jika ingin memperpanjang masa tayang produk. - Biaya Transaksi
Etsy memotong 6,5% dari total harga jual produk, termasuk ongkos kirim dan pajak saat produk berhasil terjual. - Biaya Pemrosesan Pembayaran
Biaya ini sebesar sekitar 3% + $0,25 per transaksi (untuk penjual di AS). Persentase dan nominal ini bisa berbeda tergantung lokasi penjual. - Biaya Iklan (Opsional)
Jika penjual menggunakan fitur iklan Etsy Ads atau Offsite Ads, akan dikenakan biaya tambahan sebesar 12% – 15% dari hasil penjualan yang datang dari iklan tersebut. - Langganan Etsy Plus (Opsional)
Sebagai pilihan, seller dapat berlangganan fitur tambahan Etsy Plus dengan biaya $10 per bulan yang memberikan manfaat seperti kredit iklan dan pengaturan toko lebih fleksibel. - Biaya Label Pengiriman
Jika membeli label pengiriman langsung dari Etsy, biaya tergantung jasa ekspedisi dan ukuran paket. - Biaya VAT (Pajak Pertambahan Nilai)
Ada biaya tambahan berupa VAT yang dikenakan terhadap sebagian biaya di atas (misalnya biaya pemrosesan, transaksi, listing, dan iklan) sebesar sekitar 10%. - Biaya Konversi Mata Uang
Jika toko menggunakan mata uang selain IDR (Rupiah) atau mata uang lokal, akan dikenakan biaya konversi sekitar 2,5% dari harga produk dan ongkir. - Deposit Fees
Biaya ini dikenakan saat penjual mencairkan dana hasil penjualan ke rekening bank.
Secara keseluruhan, biaya yang harus diperhitungkan oleh seller untuk berjualan di Etsy biasanya sekitar 13,5% – 15% dari total harga jual (harga produk + ongkos kirim). Penjual disarankan untuk menyesuaikan harga produk agar tetap mendapatkan margin keuntungan setelah potongan biaya-biaya tersebut.
Simulasi Biaya :
Jika menjual produk seharga $100 di AS, maka total biaya Etsy bisa sekitar:
- Listing: $0,20
- Transaksi: $6,50 (6,5%)
- Pemrosesan: sekitar $3,25 (3% + $0,25)
- Total biaya sekitar $9,95
Sisanya sekitar $90,05 yang diterima penjual sebelum dikurangi biaya lain seperti bahan dan pengiriman.
Dengan mengetahui dan memperhitungkan biaya-biaya di atas, seller bisa merancang strategi harga dan pemasaran yang optimal di marketplace Etsy.
So, tertarik dengan Etsy? Mau bikin marketplace lokal ala Esty? Atau mau berjualan di Etsy?


