MBG : Bisnis Triliunan yang Sayang Dilewatkan

You are currently viewing MBG : Bisnis Triliunan yang Sayang Dilewatkan

Tak semua bisnis perlu riset pasar ataupun marketing. Bisnis Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa jadi contoh. Tanpa perlu riset pasar, semua orang tahu nilai pasar bisnis kuliner yang satu ini di awal 2025 mencapai Rp 71 triliun. Dan tanpa perlu repot menghitung pula, orang pun tahu nilai pasarnya kemudian direvisi dan melejit jadi Rp 121 triliun, setelah sempat akan dipatok Rp 171 triliun. 1. Tahun depan? Sudah dipastikan nilai pasarnya, alias anggaran yang disediakan pemerintah, naik lagi menjadi Rp 335 triliun 2

Siapa pasar MBG? Sedari awal sudah jelas. Pasarnya sudah disediakan. Target market-nya amat spesifik : anak sekolah, anak belum sekolah (balita), ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia. Besar pasarnya? Ketika program Makan Bergizi Gratis benar-benar dimulai pada 6 Januari 2025, pernah disebut kalau besar pasarnya, alias penerima MBG, untuk tahun ini sebesar 15 juta jiwa. Hingga 2029, atau masa akhir kepemimpinan Presiden Prabowo, jumlah penerima ditargetkan menjadi 82,9 juta.3 Tapi angka ini dengan cepat direvisi. Jumlah penerima yang 82,9 juta tadi menjadi target tahun 2025. Tahun depan besar pasarnya diperkirakan agak naik. Presiden Prabowo menyebut angka 92,78 juta penerima.4

Data super resmi dipaparkan langsung Presiden Prabowo Subianto saat pidato tahunan di Sidang MPR-DPR RI 15 Agustus 2025. Per Agustus itu, atau setelah berjalan 8 bulan, program MBG sudah menjangkau 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Jumlah SPPG sudah mencapai 5.800 yang tersebar di 38 provinsi. Program MBG juga telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur- dapur, dan melibatkan 1 juta petani, nelayan, peternak dan UMKM.5

Pelaku Utama Bisnis MBG

Yang dimaksud pelaku utama tak lain adalah perusahaan atau badan usaha yang menjadi pengelola dapur MBG. Tidak termasuk tentu saja, para pejabat pemerintah yang mengurusi MBG, terutama Badan Gizi Nasional (BGN), dan juga Presiden, Wapress, Menteri Keuangan, para anggota dewan, dan pejabat negara lainnya yang merasa berkepentingan. Badan usaha yang menjadi pemasok MBG dikenal sebagai SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Usaha yang dilakukan mulai dari penyediaan dapur, memasak, hingga mendistribusikan MBG. Data terakhir, per 7 Oktober 2025, seperti yang diungkap Kepala BGN Dadan Hindayana, jumlahnya sudah mencapai 10.681 SPPG 6 . Ketika baru dimulai pada 6 Januari 2025, jumlahnya cuma 190 SPPG. 7 (Daftar 190 SPPG awal) (Daftar 11.577 SPPG sekarang)

Kepala BGN Dadan Hindayana, saat mengungkapkan angka terbaru jumlah SPPG, juga menyebut biaya investasi untuk setiap SPPG. Ia menyebut angka Rp 2 miliar. Dan hebatnya lagi, kata Dadan, tak satupun SPPG –atau Mitra BGN– itu membangun SPPG dengan dana APBN. Semuanya pakai dana dari kocek sendiri. “Belum satu pun SPPG yang dibangun melalui dana APBN,” tegas Dadan. Sola target jumlah SPPG tahun ini, pada akhir 2025 BGN menargetkan jumlah berlipat 3 kali menjadi lebih dari 30 ribu. Rinciannya : 25.400 SPPG di daerah aglomerasi dan 6.000 SPPG di daerah terpencil.

Perputaran Uang di SPPG

Berapa besar uang yang berputar di tiap SPPG? Pada diskusi yang jadi tempt Dadan bicara, “Zona Pangan bersama HIPMI di Jakarta Selatan”, tampil pula Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN Suardi Samiran. Bapak yang satu ini bilang kalau satu SPPB diperkirakan bisa menghasilkan perputaran uang sebesar Rp 1 miliar per bulan. Lantas, jika di 1 kabupaten ada 70 hingga 80 SPPG, maka potensi perputaran uang di kabupaten tadi bisa mencapai Rp 80 miliar per bulan, atau Rp 800 miliar per tahun. ”Angka ini bisa melampaui nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) banyak kabupaten” kata Suardi.

Serius sebesar itu perputaran uang di satu SPPG? Kabar lain kurang-lebih mengiyakan. Kenal Puspo Wardoyo? Dia tak lain sosok yang dulu dikenal sebagai bos jaringan restoran ayam penyet “Wong Solo”. Saat ini perusahaannya jadi pemilik SPPG Gagaksipat yang mengelola 2 SPPG : SPPG Wong Solo 1 dan SPPG Wong Solo 2. “Belanja kami Rp1,2 miliar untuk satu bulan, satu dapur,” kata Puspo Wardoyo, Januari 2025 lalu.8 Lewat dua dapur tadi, para tenaga kerja menyiapkan tak kurang dari 12.000 porsi MBG setiap harinya. Dapur yang satu memasok 49 sekolah, dapur yang lain mensuplai 59. Untuk menjamin keberlangsungan suplai bahan baku, SPPG Gagaksipat menggandeng sejumlah 15 koperasi dan UMKM jadi pemasok.9

Cara Terjun ke Bisnis MBG

mitra bgn

Untuk berkiprah di bisnis MBG, syaratnya sebenarnya simpel. Anda hanya perlu jadi Mitra BGN atau Mitra Badan Gizi Nasional. Anda tinggal mendaftar dan memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan. Tapi sayangnya, kalau Anda ingin mendaftar hari ini, pendaftarannya sudah ditutup. Tapi tak ada salahnya tetap datang ke website Mitra BGN (https://mitra.bgn.go.id), atau secara reguler memonitornya, karena siapa tahu pendaftaran sudah dibuka lagi.

So, merasa telat terjun ke bisnis kuliner yang ini? Mungkin tak ada kata terlambat untuk terjun ke bisnis Makan Bergizi Gratis (MBG). Buktinya, 2 asosiasi pengusaha Indonesia baru belakangan ini saja sibuk ber-MBG, dan mungkin bisa jadi pintu masuk ke bisnis kuliner MBG. Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie, misalnya, Agustus 2025 lalu mengumumkan kalau Kadin tengah merampungkan pembangunan 270 unit dapur SPPG. Dapur yang setiap unitnya menelan biaya Rp 2 miliar itu akan rampung pada bulan September dan Oktober 2025. Angka tadi adalah jumlah dapur. Tak diketahui berapa SPPG yang jadi pengelolanya, karena Wong Solo pun bisa mengelola 2 dapur. Soal target, Kadin punya niatan membangun 1.000 dapur SPPG.10

Himpunan Pengusaha Usaha Muda Indonesia (HIPMI) juga baru Oktober 2025 ini bermain MBG. Tanggal 8 Oktober 2025 lalu, asosiasi ini meneken MOU dengan BGN untuk menjalankan penugasan membangun 500 SPPG. Penugasan? Entah apa maksudnya istilah itu. Mungkin ada kaitannya dengan klaim Kepala BGN Dadan Hindaya yang tadi menyebut tak satu pun SPPG yang ada dibangun dengan dana APBN. Tapi mungkin juga tidak ada kaitannya. Yang pasti, HIPMI menjelaskan kalau 500 dapur itu tidak akan dibangun seratus persen baru. HIPMI akan mengkonsolidasikan 200-an dapur SPPG yang saat ini sudah dijalankan oleh anggota HIPMI. Jumlah sisanya barulah akan dibangun sebagai SPPG baru. Atau kalau tidak, “HIPMI siap mengambil dapur yang di-rollback atau yang tidak menunjukkan progres,” kata Sekjen BPP HIPMI Anggawira.11

Jadi Pemasok Bahan Baku MBG

Kalau sudah terlanjur tak punya licence untuk jadi SPPG, bukan berarti jalan sudah tertutup 100 persen untuk ikut menikmati cuan dari bisnis triliunan MBG. Salah satu peluangnya adalah jadi pemasok bahan baku SPPG. Puspo Wardoyo tadi sudah menyebut pihaknya menggandeng puluhan koperasi dan UMKM jadi pemasok.

Bahan baku untuk menyajikan MBG tentu amat beragam. Mulai dari beras, buah, daging, ayam, terigu, susu, dan sebagainya. Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN Nyoto Suwignyo sudah pernah memaparkan hitung-hitungannya. Katanya, untuk membuat MBG bagi 82,9 juta penerima, setiap hari dibutuhkan beras tak kurang dari 6.000 ton. Ingat, itu kebutuhan satu hari. Angka ini didapat dari asumsi ada 30.000 SPPP dan setiap SPPG butuh 200 kg beras setiap hari. Lebih jauh merinci kebutuhan baku lainnya: daging 9.000 ton per hari; sayur 9.000 ton per hari; buah 10.500 ton per hari; telur 90 juta butir per hari; dan susu 13,5 juta liter per hari.12.

Bos BGN Dadan Hindayana juga pernah memberikan hitungan serupa, tapi lebih spesifik. Ia menghitung per satuan SPPG. Satu SPPG, yang melayani 3.000 anak setiap hari, membutuhkan 200 kilogram beras, 350 kilogram ayam, 3.000 telur, 350 kilogram sayur, dan 600 liter susu. 13 Karenanya, tanpa ragu ia bilang, “Program MBG sebetulnya peluang besar bagi para pengusaha peternakan maupun pertanian untuk bisa menyediakan pasokan bahan baku”.

Siap jadi pemasok bahan baku MBG? Silakan gunangan jaringan bisnis Anda untuk mendapatkan peluangnya. Atau kalau tak ingin jadi suplaier bahan baku, masih ada peluang lain. Misalnya jadi pelaksana distribusi MBG. Juru Bicara BGN Redy Hendra, misanya, Juli lalu bilang kalau saat itu ada 253 lembaga yang terlibat mendistribusikan makan bergizi gratis dengan total personel 75.325 orang.14 Mau bisnis yang lain lagi? Mungkin bisa jadi pemasok ompreng atau food tray yang sempat heboh karena tak halal.15

SPPG Pelat Merah Juga Ada

Tadi sudah disebut satu SPPG yang bisa jadi contoh : SPPG milik Group Wong Solo. Dan pasti banyak lagi cerita serupa tentang pelaku bisnis SPPB dari kalangan swasta. Tapi ternyata bukan hanya kalangan swasta saja yang berkecimpung. Lembaga pelat merah pun terjun ke usaha MBG. Salah satunya adalah SPPG Bersinar, yang merupakan “binaan” Badan Narkotika Nasional (BNN). Bersinar merupakan kependekan dari “bersih narkoba”. SPPG ini, yang juga jadi sarana pemberdayaan bagi mantan penyalahguna narkoba. dikelola oleh Yayasan Karya Padarincang Bersih Narkoba (Bersinar). Lokasinya di Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. Beroperasi mulai 12 September 2025, SPPG Bersinar akan melayani 3.769 penerima manfaat MBG di wilayah Kecamatan Padarincang.16.

Contoh lain adalah SPPG Polri Pejaten. SPPG ini konon dibangun sebagai SPPG percontohan dan kerap jadi obyek kunjungan para calon Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), alias calon kepala SPPG, yang menjalani pelatihan di Universitas Pertahanan RI (Indonesia Defence University – www.idu.ac.id). PT Charoen Pokphand yang ingin terlibat di MBG sebagai program CSR, juga berkunjung ke SPPG Polri Pejaten 17. Polri saat ini juga sedang membangun 3 SPPG lain di Jakarta, yang 2 di antaranya berlokasi di Pasar Minggu dan Pesanggrahan.18 *** skw

 

Referensi :
  1. Tempo, 26 Juni 2025 — Anggaran Makan Bergizi Gratis Berkurang Menjadi Rp 121 Triliun, Ini Alasannya[↩]
  2. Kontan, 21 Agustus 2025 — Menkeu Sri Mulyani Buka Sumber Dana MBG 2026 Rp 335 Triliun, Ini Rinciannya[↩]
  3. CNBC Indonesia, 6 Januari 2025 — Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Resmi Dimulai Hari ini[↩]
  4. Kumparan, 28 Februari 2025, Prabowo Bidik Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 92,78 Juta Orang di 2029[↩]
  5. Setneg, 15 Agustus 2025 — Program Makan Bergizi Gratis Sentuh 20 Juta Penerima, Ciptakan 290 Ribu Lapangan Kerja[↩]
  6. Kumparan, 8 Oktober 2025 — BGN Klaim 10 Ribu Dapur MBG Dibangun Tanpa APBN[↩]
  7. Kompas, 5  Januari 2025 — Program Makan Bergizi Gratis Dimulai, 190 Dapur MBG Siap Beroperasi di 26 Provinsi[↩]
  8. Antara, 15 Januari 20245 — Pengelola SPPG di Boyolali anggarkan Rp1,2 miliar untuk MBG sebulan[↩]
  9. MetroTV, 25 Februari 2025 — SPPG Gagaksipat Boyolali Tetap Distribusi MBG Selama Ramadan[↩]
  10. Sindonews, 28 Agustus 2025 — Pengusaha Patungan Bangun 270 Dapur MBG, Habiskan Dana Rp540 Miliar[↩]
  11. Sinpo, 8 Oktober 2025 — HIPMI Pastikan Siap Jalankan Penugasan Bangun 500 Dapur MBG[↩]
  12. Bisnis, 24 Agustus 2025 — Pemerintah Butuh 6.000 Ton Beras per Hari demi Layani 82,9 Juta Penerima MBG[↩]
  13. CNBC Indonesia, 8 Oktober 2025 — Makan Bergizi Gratis Butuh 200 Kg Beras, 350 Kg Ayam, Sampai 600 Liter[↩]
  14. Detik, 1 Juli 2025 — MBG Tetap Dibagi Saat Libur Sekolah, Ini Jadwalnya[↩]
  15. Detik, Selasa 26 Agustus 2025 — BGN Cek Dugaan Impor Ompreng MBG Mengandung Minyak Babi[↩]
  16. BNN, 25 September 2025 — BNN Luncurkan SPPG Bersinar di Padarincang, Integrasikan Gizi, Rehabilitasi, dan Pemberdayaan Sosial[↩]
  17. Pena Pos, 25 Juni 2025 — SPPG Polri Pejaten, Dapur Bergizi dengan Sistem Keamanan Pangan Terbaik[↩]
  18. Tribrata News, 4 Oktober 2025 — Tinjau SPPG Polri Pejaten, Kapolres Jaksel Pastikan Produksi Sesuai Standar[↩]