SMEXPO Yogyakarta 2025 baru saja usai Ahad lalu, 28 September 2025. Dari namanya bisa ditebak kalau gelaran selama 3 hari di akhir pekan ini, yang berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, merupakan pameran UMKM (Small and Medium Enterprise – SME). Siapa penyelenggaranya? Pemkot Jogja? BUMN? Yang terakhir yang benar. Lebih spesifik lagi : SMEXPO merupakan serangkaian pameran tahunan yang diselenggarakan PT Pertamina (persero).
SMEXPO disebut serangkaian pameran karena memang bukan pameran tunggal. SMEXPO 2025, misalnya, terdiri dari 7 pameran UMKM. Serial pamerannya dimulai dengan SMEXPO Merah-Putih yang digelar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, 11-15 Agustus 2025 di Grha Pertamina, Jakarta. Pekan lalu, 26-28 September 2025, Jogja dapat giliran jadi tuan rumah SMEXPO Regional Yogyakarta 2025. Setelah Jogja, SMEXPO akan diboyong ke Bandung, Palembang, Surabaya, dan Jakarta hingga akhir Oktober 2025. Puncaknya, pada November 2025 mendatang bakal digelar SMEXPO Nasional di Tangerang. SMEXPO sendiri mulai dihadirkan pada tahun 2020.
SMEXPO Yogyakarta 2025
Plaza Ngasem kembali terpilih jadi lokasi perhelatan SMEXPO Yogyakarta atau SMEXPO Regional Yogyakarta di tahun 2025. Tahun lalu, Plaza Ngasem juga yang jadi lokasi SMEXPO Yogyakarta 2024. Plaza Ngasem bukan mall atau gedung pameran. Dia adalah plaza atau area terbuka yang ada di dalam pasar tradisional Pasar Ngasem. Pasar tradisional yang berada di kawasan Taman Sari (taman pemandian keraton Jogja) sejak zaman baheula ini direvitalisasi dan menjadi tampil modern, lengkap dengan plaza dan amphitheater, seperti sejak diluncurkan kembali pada September 2012.
Sukseskah gelaran 3 hari Pertamina dalam rangka memasarkan produk UMKM ini? Katanya sih begitu. Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), lewat press release yang diedarkan kemarin (29/09), bilang kalau SMEXPO Yogyakarta berhasil mencatatkan transaksi lebih dari Rp 2 miliar dari penjualan ritel maupun business-to-business (B2B). “Capaian transaksi lebih dari Rp 2 miliar dan keterlibatan buyer dari mancanegara membuktikan bahwa UMKM binaan Pertamina memiliki daya saing global,” jelas Fadjar.
SMEXPO Yogyakarta diikuti oleh 35 UMKM binaan Pertamina yang bergerak di usaha kerajinan, fashion, dan kuliner. Buyer asing yang datang berasal dari Turki, Prancis, Jepang, Portugal, dan London. Adapun buyer domestik mencakup pelaku usaha hotel serta pengusaha batik.
Fadjar Djoko Santosa juga mencontohkan 3 UMKM yang meraih sukses di gelaran pemasaran UMKM Pertamina di Yogya itu. PT Agrominafiber Java Indonesia (www.agrominafiber.com), usaha milik pasangan Rudi Hermawan dan Novita Hermawan, asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mendapatkan komitmen transaksi lebih dari Rp 600 juta untuk produk kerajinan berbahan serat pisang, dari buyer asal London.
CV Agro Santara Indonesia (www.agrosantara.com) juga sukses di SMEXPO Yogyakarta. Perusahaan milik Rizki Akbar, asal Kota Padang, Sumatera Barat, ini berhasil mengantongi transaksi lebih dari Rp 900 juta untuk produk stik kayu manis dari buyer Turki dan Perancis.
Cerita sukses juga dinikmati Yuni, pemilik usaha minuman jamu Queen, yang membukukan komitmen kerja sama dengan salah satu hotel jaringan internasional di Yogyakarta, untuk mensuplai hingga ratusan liter jamu segar setiap bulan, dengan nilai omzet mencapai Rp 25 juta per bulan. Info lebih lanjut tentang UMKM yang terakhir ini kurang jelas. Tak ditemukan website atau pun media sosial jamu Queen.
Lebih sukses dibandingkan dengan SMEXPO Yogyakarta 2024? Kalau dari sisi jumlah peserta, ada peningkatan. Dari 30 UMKM (termasuk Agrominafiber yang jadi peserta setia) menjadi 35 UMKM di tahun 2025 ini. Dari segi transaksi bisnis, sayangnya terjadi penurunan. Tahun lalu, jumlah transaksi hampir mencapai Rp 3 miliar. Karena itu, saat membuka SMEXPO Yogyakarta 2025, Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Muhammad Erry Sugiharto berharap total transaksi tahun ini bisa lebih dari Rp 3 miliar. Nyatanya, hingga penutupan SMEXPO total transaksi hanya bisa mencapai Rp 2 miliar. Untuk transaksi di hari pertama, majalah Swa mencatat total transaksi sebesar Rp 30 juta.
Kalau mau, Anda bisa menyimak rekaman tayangan live beberapa kegiatan di SMEXPO Yogyakarta 2025 pada akun Youtube milik Pertamina Foundation : https://www.youtube.com/@pertamina.foundation/streams
SMEXPO dan Galeri Entrepreneur Nusantara
Untuk memasarkan atau mempromosikan UMKM binaannya, Pertamina tak hanya mengandalkan serial SMEXPO di dunia nyata saja. Sedari awal, 2020, sudah dihadirkan pula Marketplace UMKM SMEXPO yang beralamat di https://smexpo.pertamina.com. Marketplace ini menampilkan ribuan produk UMKM binaan Pertamina dari berbagai provinsi. Kalau mau, silakan cari atau search nama 3 UMKM yang tadi jadi contoh sukses SMEXPO Yogyakarta 2025. Produk Agrominafiber, misalnya, bisa dijumpai di https://smexpo.pertamina.com/s/agrominafiber-java-indonesia.
Mulai 2021, Pertamina juga menghadirkan Galeri Entrepreneur Nusantara UMKM (GEN-UMKM) . Yang satu ini bukan website, tapi akun media sosial. Tak hanya menyajikan berita dan info mitra binaan dan SMEXPO, GEN-UMKM juga menyajikan dan melaporkan kegiatan binaan lainnya : seminar, pelatihan, dan aneka pameran non-SMEXPO. Akun medsos GEN-UMK yang paling aktif dan terupdate terus adalah yang di Instagram : @gen_umkm. Akun yang juga rajin update adalah akun Youtube-nya : @genumkm8357. Adapun akun Facebooknya sudah menghilang.
Di Instagram GEN UMKM, misalnya, dikabarkan kalau 15 UMKM binaan Pertamina akan ikut serta di pameran Inacraft 2025 yang akan berlangsung mulai besok : 1 – 5 Oktober 2025. Kalau ingin tahu profil dan cerita usaha para mitra binaan Pertamina, Anda bisa menonton ratusan video yang ada di channel GEN UMKM di Youtube.
Berapa Banyak UMKMÂ Binaan Pertamina?
November 2024 lalu, saat meluncurkan aplikasi mobile SMEXPO, yang bertepatan dengan penutupan SMEXPO 2024, Wakil Dirut Pertamina Wiko Migantoro bilang kalau jumlah UMKM binaan Pertamina yang ada sejak 1993 mencapai 65 ribu UMKM. Dari jumlah itu, yang aktif hanya sebanyak 32.000 UMKM. Pada kesempatan itu pula Wiko Wigantoro melaporkan serial SMEXPO 2024 berhasil membukukan transaksi senilai Rp 24 miliar.
Aplikasi mobile SMEXPO sendiri dihadirkan sebagai pelengkap SMEXPO dunia nyata maupun SMEXPO Marketplace. Menjadi “etalase bagi UMKM binaan untuk memperluas jangkauan pemasaran,” kata Wiko Wigantoro. Bergunakah aplikasi mobilenya, khususnya yang versi Android? Kelihatannya nasib sang aplikasi tak sebaik akun medsos GEN-UMKM yang punya banyak follower dan subscriber. Google Playstore mencatat aplikasi SMEXPO, yang terakhir di-update pada Agustus 2025, hanya di download sebanyak 100+. Rating-nya pun hanya 3. Alias tak laku. Kok bisa? *** swk
Baca Juga :


